|

Halaman
Depan
Fakta
Cerita
Foto-foto
Pencegahan
Persiapan Diri
Keluarga Bibliografi
Kata Mutiara
Links
Network
Download Ringkasan
->Terbaru Kini
Hak Cipta © Copyright 2009
Bayi-Anencephaly.info |
Senin, 01/03/2010 17:40 WIBBayi Tanpa Batok Kepala Lahir di Lubukbasung
Bayi berjenis kelamin perempuan,
dengan berat badan empat kg dan panjang 52 cm, lahir tanpa memiliki
batok kepala di Rumah Sakit Ibu dan Anak Riski Bunda, Lubukbasung,
Minggu (28/2).
Informasi yang dihimpun
antara-sumbar.com, Senin (1/3), bayi tanpa batok kepala itu
adalah anak dari pasangan Sumarni (24) dan Noviendri (25), warga
Lapau Kongsi Jorong Bayo Kanagarian Lubukbasung Kecamatan
Lubukbasung Kabupaten Agam.
Sampai berita ini dinaikkan bayi tersebut berada dalam keadaan sehat
dan masih dirawat di ruangan inkubator.
Spesialis kebidanan dan penyakit kandungan Rumah Sakit Ibu dan Anak
Riski Bunda, dr Aladin, Sp. OG, membenarkan kondisi bayi dalam
keadaan sehat dan seperti bayi yang telah tiga bulan.
Dia menambahkan, bayi tersebut dilahirkan melalui operasi cesar,
karena badanya terlalu besar. Bukan itu saja, pihak dokter yang
menangani operasi, sudah mengetahui bahwa kepala bayi itu tidak
mempunyai batok.
Terkait kondisi bayi tersebut, dia mengatakan, ini merupakan
kekurangan dari asam polat oleh ibu hamil dan setiap ibu hamil harus
membutuhkan asam polat sekitar 800 mikro gram setiap harinya.
Selain itu, orang tua juga tidak memeriksakan kehamilan ketika
mereka hamil. Untuk ibu hamil, mereka harus di USG sebanyak empat
kali supaya kondisi kehamilan diketahui.
"Pada kehamilan tiga bulan, lima bulan dan pada hamilan sembilan
bulan, ibu hamil harus diwajibkan untuk memperiksakan kehamilannya,"
imbuhnya.
Dia menambahkan, kasus ini merupakan yang ke empat kalinya semenjak
tahun 2004 hinga sekarang. Namun dari kasus tersebut, usia dari bayi
hanya bertahan selama dua minggu. (ari/tdy)
Rabu, 20-05-2009
Bayi Tanpa Batok Kepala Lahir di RS Arga Makmur
Petugas
medis yang melakukan persalinan pun sempat kaget saat melihat
kondisi putra kedua pasangan Jayal (37) dan Nafsia. Karena terlahir
abnormal ini, tim medis langsung memindahkan bayi mendapat perawatan
khusus di ruang bangsal anak pada pukul 16.10 WIB dihari yang sama.
Dari pantauan RB, pernafasan bayi ini dibantu dengan infus.
Sementara di ubun-ubun kepalanya terlihat selaput otak berwarna
merah. Bayi ini tidak memiliki tulang atau batok kepala yang
membungkus otak. Namun atas kuasa Tuhan, meski kondisi bayi terlahir
di luar kebiasaan hingga berita ini diturunkan bayi masih bernafas.
Kepada koran ini, diterangkan dr, Nur Suryawan, SPA dalam istilah
medis bayi tanpa batok kepala (Encephalocele), bisa disebabkan
karena bawaan dari keluarga atau orang tua bayi serta infeksi bahan
kimia. Selain itu, bisa disebabkan faktor obat-obatan atau
jamu-jamuan yang dikonsumsi dari sang ibu juga bisa menyebabkan bayi
terlahir tanpa tempurung kepala.
Secara ilmu kedokteran, cukup sulit mempertahankan kelangsungan
hidup bayi. Karena otaknya hanya dilapisi selaput otak, tanpa ada
tulang di kepala. Tapi kalau Tuhan berkehendak lain, kita pun tidak
ada yang tahu, ujar dr Nur.
Terlihat tarikan nafas dari bayi Encephalocele masih secara perlahan.
Berada di box khusus, perawatan bayi dengan menggunakan infus secara
periodik terus mendapat pengawasan dari tim medis. Dengan
mengisolasi bayi di ruang khusus yang steril, pengunjung yang masuk
pun tidak sembarang mendapat izin masuk dari tim medis.
Untuk melakukan operasi, pihak RS mengaku tidak bisa melakukannya.
Hal ini disebabkan usia bayi yang masih dalam hitungan hari. Untuk
melakukan operasi, lanjut dr Nur setidaknya usia bayi telah beranjak
menuju 3 bulan. Kalau sekarang, sangat riskan untuk melakukan
operasi. Salah-salah, bisa berakibat lebih fatal, tutur Dr Nur.
Soal biaya? Disinggung soal biaya, apalagi bayi terlahir dari
pasangan kurang mampu pihak rumah sakit mengaku tidak
mempersoalkannya. Hal ini disebabkan, orang tua bayi merupakan
pemegang Jamkesmas. Tidak ada biaya yang dikeluarkan dari pemegang
Jamkesmas, tandasnya.
Selasa 03-02-2009
Perhatikan Asupan Bergizi bagi Ibu Hamil
Jakarta, Kompas - Ibu hamil dianjurkan
mengonsumsi makanan atau minuman yang mendukung kebutuhan gizinya,
bahkan sejak merencanakan kehamilan. Sebab, asupan bergizi
meningkatkan status kesehatan ibu dan janin, serta mengurangi risiko
kecacatan pada janin. ”Asupan nutrisi pada ibu hamil memperbesar
keberhasilan menyusui, mengurangi komplikasi, memperkecil risiko
sakit dan kematian ibu, mengurangi risiko berkurangnya cadangan gizi
ibu, serta memperkecil risiko bayi prematur,” kata Ketua Unit
Perinatal Risiko Tinggi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot
Soebroto dr Judi Januadi Endjun SpOG, Jumat (30/1) di Jakarta.
”Yang harus dibatasi dan dihindari adalah makanan
dengan kadar lemak dan gula tinggi, vitamin A dosis tinggi, kafein,
serta alkohol,” ujarnya. Konsumsi vitamin A dosis tinggi
mengakibatkan cacat pada janin (teratogenik), kafein berlebihan
meningkatkan risiko abortus, dan alkohol bisa merusak saraf janin.
Ibu hamil juga butuh 600 mikrogram folat per hari. Kekurangan folat
bisa mengakibatkan ibu hamil terkena anemia megaloblastik dan
preeklamsia (keracunan kehamilan), sedangkan pada bayi bisa
mengalami bibir sumbing, berat badan lahir rendah, meninggal dalam
kandungan, down syndrome, dan neural tube defects/NTD atau cacat
otak dan saraf tulang belakang.
Sumber alami folat adalah hati sapi, ginjal sapi, kacang-kacangan,
sayuran hijau, terutama bayam, daun kacang dan daun selada,
buah-buahan segar, serta makanan yang diperkaya dengan folat.
Manajer Nutrisi Medik PT Fonterra Brands Indonesia dr Tria
Rosemiarti menyatakan bahwa suplementasi folat penting bagi ibu
hamil. Konsumsi susu yang difortifikasi asam folat secara teratur
juga meningkatkan kadar folat sel darah merah dan folat plasma.
<<
Kembali |